Yang Harus Dipahami oleh Mahasiswa Telat Wisuda

Yang Harus Dipahami oleh Mahasiswa Telat Wisuda

Wisuda ke-63 Universitas PGRI Semarang siap digelar. Buat kamu yang sudah selesai pemberkasan dan lunas administrasi tentu sangat senang menyambut hari bahagiamu ini. Penantian selama beberapa tahun akhirnya berakhir indah. Tetapi di balik kebahagiaan mahasiswa sukses wisuda, ada lho teman-temanmu yang tengah dirundung duka karena belum bisa wisuda tepat waktu. Bahkan ada pula mahasiswa tua yang sudah mendekati semester belasan tapi belum juga kelar skripsi.

Ada saja alasannya: dosbing yang setengah mati galaknya, dosbing mirip hantu (gampang ngilang saat mau ditemui) atau bahkan karena mahasiswanya sendiri yang pemalas. Kendala itu yang bikin banyak mahasiswa jadi telat wisuda. Menangisi nasib dan mengurung diri di kamar jelas bukan solusi. Nah, buat kamu-kamu yang telanjur tak bisa wisuda tepat waktu, ada beberapa hal yang mesti kamu ketahui nih. Barangkali ini bisa melipurkan kesedihanmu dan meyakinkanmu bahwa wisuda telat bukan penghalang bagimu meraih cita-cita…

1. PERSIAPAN MENGHADAPI DUNIA KERJA YANG KERAS. Kamu bisa memanfaatkan waktu untuk membuat rencana hidup yang lebih matang. Jangan hanya karena mengejar wisuda tepat waktu, setalah lulus ujung-ujungnya kamu cuma daftar jadi Call Centre. Bukan, bukan mimin menganggap Call Centre itu pekerjaan buruk. Tetapi jangan sampai kamu menekuni pekerjaan hanya karena kamu nggak mau disebut pengangguran. Pekerjaan yang kamu pilih harus sesuai dengan keinginan dan bakatmu. Nah, sambil menunggu jadwal wisudamu datang, kamu bisa atur dan mantapkan diri mau kerja dan mau menekuni bidang apa. Mau terjun di bidang kreatif, pengusaha, atau kerja kantoran.

2. KULIAH BUKAN SMA. Jadi lulus tak harus sama-sama. Kalau kata penyair Chairil Anwar sih, “nasib itu kesunyian masing-masing!” Jadi tak usah menganggap telat wisuda sebagai aib. Yang penting adalah kamu bisa menyelesaikan skripsi sebaik-baiknya, sehormat-hormatnya. Jika skripsimu selesai dengan hasil yang memuaskan, siapa tahu skripsimu bisa dibukukan. Lulus sarjana punya buku. Kan keren, tuh.

3. JADI TAMBAH BIJAK. Wisuda telat memang sering jadi bahan olokan teman-teman. Tetapi percayalah, segala hal pasti ada faedahnya. Salah satunya, kamu jadi tambah bijak. Jika kelak kamu jadi orangtua dan punya anak yang kuliah, kamu bisa lebih memahami kesulitan anakmu yang sedang kuliah. Kamu pun tak gampang mengolok-olok orang yang telat wisuda, karena kamu sendiri sudah pernah merasakannya. Sebaik-baik manusia adalah yang ikut merasakan penderitaan orang lain.

4. KESULITAN SKRIPSI BARU SEUJUNG KUKU DIBANDING KESULITAN HIDUP YANG SEBENARNYA. Buang jauh-jauh pikiran bahwa skripsi itu sulit. Sesulit-sulitnya skripsi, yakinlah, asal kamu mau sedikit mengesampingkan egomu, kamu pasti lancar. Sementara, taruh idealisme di kos-kosan. Saat bimbingan dengan dosbing, turuti saja permintaan dosenmu asalkan masuk akal. Tak perlu berdebat dengan dosbing karena hanya bikin skripsimu tambah molor. Tak perlulah kamu tiru-tiru Soe Hok Gie (kamu tahu Sok Hok Gie, khaaaan?). Dia itu masa lalu, kamu adalah masa depan. Ingat, idealisme diuji ketika kamu sudah lepas dari bangku kuliah, bukan saat kamu masih kuliah. Jadi, buang jauh-jauh pikiran kalau skripsi itu sulit.

5. MENGUATKAN RELASI. Ada sebagian mahasiswa telat wisuda karena aktif di organisasi. Nah, kamu gunakan waktu yang banyak senggangnya ini untuk lebih memperluas jaringan organisasimu. Kamu bisa manfaatkan jaringanmu itu untuk mencari kemungkinan bidang pekerjaan yang sesuai denganmu. Kamu juga bisa memanfaatkan organisasimu untuk mematangkan jiwa kepemimpinanmu. Banyak lho anak muda yang kini mencalonkan diri jadi anggota dewan dan berhasil. Nah, selama kamu menjalaninya dengan serius dan tekun, jadi pejabat di usia muda, mengapa tidak? Kamu bisa memperisapkan diri mulai dari sekarang, sebelum benar-benar lulus kuliah.

6. MENGUATKAN MENTAL. Ada penderitaan yang datang bertubi-tubi saat kamu telat wisuda. Biasanya kamu bakal sering ditanya-tanya, “lulus kapan?”. Saat kamu pulang kampung, kamu bakal dapat pertanyaan tambahan, “kapan kawin?”. Sakit pun kian bertambah. Ditambah lagi, di masa-masa semester tua seperti itu, undangan pernikahan sudah mulai datang menghampiri. Teman-teman seangkatanmu sudah mulai yang bayak menikah. Sedangkan kamu, wisuda saja belum. Namun, pelbagai pertanyaan dan kenyataan itu justru semakin menguatkan mentalmu. Ini membantumu jika kelak kamu dihadapkan pada pertanyaan-pertanyaan sulit dari HRD saat kamu melamar kerja.

7. DUNIA TAK SEMULUS KISAH FTV. Percayalah, menonton FTV di masa-masa kamu telat wisuda sungguh-sungguh nirfaedah. Tontonan itu bakal melenakanmu. Kamu bisa tertular halu. Kamu membayangkan, saat kesulitan mencari kerja tiba-tiba keberuntungan menghampirimu. Begitu dapat pekerjaan ternyata mantanmu juga kerja di tempat yang sama. Terus kalian jatuh cinta. Terus kalian menikah dan hidup pun berjalan mulus dan indah. Percayalah, halu semacam itu hanya bikin kamu malas dan tak lekas berbuat sesuatu. Kurangi nonton sinetron, perbanyak nonton tausiah Mama Dedeh. Ups!

8. SAATNYA MENULIS! Jika kamu berpikir hidup sebagai mahasiswa penuh derita dan lara, maka ini kesempatanmu untuk menuliskannya menjadi sebuah catatan reflektif. Kamu bisa menulis dengan gaya bahasa yang ringan tentang masa-masamu kuliah yang penuh tantangan selama ini. Atau bisa juga tentang teman-teman kelasmu, tentang dosenmu, tentang mantanmu yang bejibun, tentang organisasi yang kau ikuti, tentang pelesiran yang kau tempuhi saat kuliah, pokoknya apa saja. Tulis dan bagikan pengalamanmu. Siapa tahu itu bakal jadi buku yang kelak dibaca banyak calon mahasiswa. Intinya, menebarkan kebaikan itu berpahala!

9. MENATA HUBUNGAN DENGAN PACAR. Ingat, banyak terjadi hubungan percintaan terputus gara-gara salah satu dari pasangan lulus wisuda. Apalagi jika pasanganmu memutuskan pulang kampung. Sedangkan kamu sendirian di kampus, tertatih mengerjakan skripsi dalam sepi dan sunyi. Haiyah! Ini saatnya kamu bicarakan hubunganmu dengan pasangan. Berbagai kemungkinan harus kamu bicarakan jika salah satu dari kalian lulus duluan. Kamu juga bisa merancang bersama apa kiranya yang akan kalian kerjakan setlah lulus. Bikin usaha bareng, misalnya. Intinya, jangan sampai telat wisuda sampai mengorbankan kisah cintamu. Buat yang jomblo, inilah saatnya mencari pasangan. Tak ada yang lebih menyedihkan selain wisuda dengan status jomblo akut…

Nah, dengan berbagai pertimbangan di atas, telat wisuda tak harus bikin kamu bersedih, minder, apalagi bunuh diri. Be calm and success, gaess…!

 

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *