UPGRIS Beroleh Izin Buka 9 Prodi PPG

UPGRIS Beroleh Izin Buka 9 Prodi PPG

Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) memberikan izin kepada Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) untuk pembukaan Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk 9 bidang studi. Ke 9 bidang studi tersebut yakni Bimbingan Konseling (BK), Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Pendidikan Guru Anak Usia Dini (Paud), Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Matematika, Biologi, Fisika, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.

Penyerahan surat izin Kemenristekdikti tersebut dilakukan oleh Koordinator Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah VI Jawa Tengah Prof Dr Dwi Yuwono Puji Sugiharto MPd Kons kepada Rektor UPGRIS Dr Muhdi SH Mhum di ruang seminar kampus tersebut di Jl Sidodadi, Semarang, Rabu (12/12/2018).

Muhdi mengungkapkan perolehan izin ini merupakan satu langkah maju yang diperoleh kampus tersebut khususnya dalam hal mencetak para calon guru di masa depan. Sebelum ini, selama 4 tahun universitas dibawah naungan organisasi PGRI Jateng tersebut sudah melaksanakan tiga tahap penugasan khusus penyelenggaraan PPG dari pemerintah.

Muhdi mengungkapkan penugasan tersebut ialah PPG dalam jabatan, PPG Prajabatan bersubsidi dan PPG Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (SM3T).

“Kemudian kami mengajukan ke izin Kemenristekdikti untuk 9 prodi dan Alhamdulilah izin sudah turun,” jelas Muhdi.

Ia mengatakan sebelum mengajukan izin telah memperlengkapi sarana dan prasarana untuk proses belajar mengajar di kampus terbesar wilayah Semarang Timur tersebut. Prasarana tersebut antara lain asrama, gedung, perlengkapan mengajar.

“Tetapi yang jauh-jauh hari kami persiapkan adalah dosen dan pengajar dengan latar belakang dan jenjang yang sesuai dengan yang dipersyaratkan oleh Kemenristekdikti. Jadi, saya rasa semuanya sudah siap,” jelasnya.

Rencananya, lanjut dia, pada 2019 ini akan menerima mulai menerima mahasiswa baru PPG pada 9 bidang studi tersebut. Meski demikian, pihaknya masih menunggu persetujuan dari Kemenristekdikti untuk persoalan teknis penerimaan mahasiswa.

“Kami optimistis 2019 sudah bisa membuka pendaftaran,” jelasnya.

Mengenai jumlah mahasiswa yang akan diterima untuk PPG ini, Muhdi menyatakan masih akan dibahas lebih lanjut untuk kuotanya. Namun demikian, jika nantinya Kemenristekdikti tidak membatasi jumlah, pihaknya akan mempertimbangkan kuota penerimaan mahasiswa. “Ini terkait dengan daya tampung dan menjaga standar kualitas hasil lulusan,” imbuhnya.

Sementara itu, Prof Dr Dwi Yuwono Puji Sugiharto MPd Kons pemerintah memberikan kepercayaan kepada UPGRIS tidak lepas dari rekam jejak kampus tersebut. Karakter UPGRIS sebagai Lembaga Pendidikan Tenaga Keguruan (LPTK) yang sejak awal embrionya mengembangan bidang studi kependidikan.

“Oleh sebab itu, PPG di UPGRIS akan menjadi keunggulan pengembangan karakter sehingga guru-guru lulusannya memiliki kompetensi lebih unggul kompetensi akademik, sosial maupun kepribadian. Saya juga berharap UPGRIS menjadi wahana chandradimuka untuk menggodok guru profesional,” paparnya.(ar)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *