UPGRIS bantu olah Pindang Higenis

UPGRIS bantu olah Pindang Higenis

Pangan tidak hanya kebutuhan primer tetapi juga industri. Negara yang kuat kesediaan pangannya maka ia juga akan menjadi negara yang maju. Penyediaan pangan banyak hal yang perlu diperhatikan, selain gizi juga kesehatan, dan kebersihan. Pangan yang tidak bersih akan menjadikan masalah kesehatan di kemudian hari.
Dalam industri pangan setidaknya ada tiga hal yang perlu diperhatikan, yaitu gizi, kesehatan, dan pengemasan. Sebagaimana kita tahu, kita memiliki laut yang luas. Nenek moyang kita seorang pelaut. Ikan laut memiliki kandungan gizi yang besar. Pemerintah mendorong rakyatnya mengonsumsi ikan laut yang cukup.
Sayangnya tidak semua ikan laut diolah dengan layak dan benar. Hal ini ditemukan oleh Mahasiswa KKN-PPM Universitas PGRI Semarang. Mereka mendapati pengolahan ikan dengan cara pemindangan di desa Tambaksari, Rowosari masih belum dilakukan dengan benar, misalnya ikan yang akan diproses pemindangan tidak terlebih dahulu dibuang bagian insang dan jeroannya. Padahal seharusnya dibuang untuk menjaga higenitas dari proses itu sendiri. Hal itu disampaikan oleh Oktaviani Adhi Suciptaningsih, Dosen pendamping Mahasiswa KKN PPM pada Minggu (05/08).
Hal lain yang menjadi perhatian dan diubah oleh tim UPGRIS adalah pengemasan, masayrakat selama ini mengemas pindang menggunakan kertas koran. Kesehatan tidak terjamin karena kertas bisa menempel ke tubuh ikan. Pengolahan dan pengemasan yang benar ini diharapkan akan meningkatkan harga jual pindang produksi desa tersebut. Masyarakat tidak hanya menikmati kelezatan pindang tetapi juga tenang karena makanan yang ia konsumsi sehat.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *