Tidak Boleh Ada Kekerasan dalam Orientasi Mahasiswa

Tidak Boleh Ada Kekerasan dalam Orientasi Mahasiswa

Sebanyak 2.333 mahasiswa baru Universitas PGRI Semarang mengikuti Pekan Orientasi Mahasiswa (Poema) yang diselenggarakan oleh BEM UPGRIS, di Balairung (11 September 2017). Selama empat hari  mendatang, yaitu sejak hari ini hingga hari Kamis, mahasiswa akan mendapat orientasi dari para senior. Tujuannya adalah untuk memberikan pemahaman kepada mahasiswa baru, di antaranya terkait bidang-bidang unit keiatan mahasiswa dan organisasi progdi yang kelak bisa diikuti oleh para mahasiswa.

Selain itu, selama masa orientasi ini mahasiswa baru akan melaksanakan kegiatan-kegiatan yang telah dirancang leh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UPGRIS. Di anataranya pemecahan rekor Muri, penanaman bibit tanaman di sekitar lingkungan UPGRIS, serta ekspo kegiatan mahasiswa. Dan di akhir acara, akan diselenggarakan malam inagurasi yang mengundang band nasional Armada.

Dalam sambutannya, Presiden BEM Muhammad Muzaki Z menyampaikan pentingnya mahasiswa baru terlibat dalam kegiatan yang memacu kreativitas. “Mahasiswa harus mempersiapkan sedari sekarang sebelum kelak tejun di bidang yang ditekuni. Untuk itu, mahasiswa harus bisa menjadi sang pembangun,” ucap Zaki.

Dalam kesempatan yang sama, Rektor Universitas PGRI Semarang Dr.Muhdi, S.H., M.Hum., mengingatkan kembali kepada para senior mahasiswa agar tidak ada kekerasan selama Poema berlangsung. “Kegiatan antara senior dan junior harus bersifat membimbing. Tidak ada kekerasan di Poema UPGRIS,’ tegas Muhdi. Ditambahkan pula, mahasiswa diperkenankan mengikuti berbagai Hima dan UKM sesuai bakat minatnya.  []

 

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *