Teknologi 3D Printer dan Eceng Gondok Berpadu

Teknologi 3D Printer dan Eceng Gondok Berpadu

Kamis, (7/2) Mahasiswa KKN Universitas PGRI Semarang Desa Rowoboni, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang selenggarakan kegiatan pelatihan. Kegiatan ini bertemakan “Implementasi Teknologi 3D Printer sebagai Penunjang Kerajinan Eceng Gondok dan strategi online marketing Desa Rowoboni Kecamatan Banyubiru Kabupaten Semarang”. Kegiatan pelatihan ini di hadiri oleh perangkat desa, pelaku UMKM kerajinan eceng gondok dan ibu-ibu PKK yang berjumlah 30 orang dan Perangkat Desa berjumlah 15 orang.
Permasalahan yang dialami oleh masyarakat sasaran pelatihan adalah warga pengrajin eceng gondok yang belum mengenal teknologi dalam membuat produk kerajinan eceng gondok dengan menggunakan 3D Printer, manajemen usaha yang masih belum tertata rapi dan belum tepat, hasil produk yang kurang bervariasi, belum mempunyai penerapan teknologi 3D Printer untuk membantu pembuatan produk secara kolaborasi, serta pemasaran yang masih terbatas.

Perkembangan teknologi digital, dengan adanya 3D Printer sangat memudahkan pengrajin eceng gondok dalam membuat sebuah produk kerajinan eceng gondok dan bentuk kerajinan lainya secara digital dan diaplikasikan atau dicetak 3 dimensi sehingga bisa menjadi bentuk produk. Proses produksi diharapkan menghasilkan produk yang tepat sasaran dan tepat guna. Dengan demikian sangat diperlukan manajemen usaha yang tepat pula. Manajemen usaha yang dilakukan kelompok Pengrajin eceng gondok desa Rowoboni kecamatan Banyubiru kabupaten Semarang selama ini masih sederhana seputar pemasaran dan penjualan. Pemasaran hasil kerajinan eceng gondok masih bersifat menunggu pemesanan, dijual pada masyarakat sekitar dan belum ada pemasaran secara luas, oleh karena itu alangkah baiknya jika dapat memperluas wilayah pemasarannya melalui website, facebook atau media online lain. Untuk meningkatkan produksi dan pemasaran maka dibutuhkan wawasan dan pengetahuan mengenai strategi pemasaran dan produksi supaya dapat memproduksi lebih banyak dan pemasarannya lebih luas bahkan bisa mencapai pasar nasional. Keterbatasan teknologi dalam membuat dan memenuhi pesanan dari konsumen inilah yang menjadi point penting bagi pengusul untuk meberikan edukasi teknologi penerapan 3D Printer agar memudahkan Pengrajin eceng gondok dalam memenuhi permintaan konsumen.

Yuris S.Pd.,M.T. dosen teknik mesin universitas PGRI semarang sekaligus Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Desa Rowoboni. Pada Kegiatan ini narasumber berbagi tentang cara pembuatan suatu produk dengan alat printer yang dapat menghasilkan produk 3 dimensi (3D Printing) kemudian narasumber juga menjelaskan strategi berjualan dengan online marketing. Karena di era digital ini narasumber menjelaskan bahwa berjualan melalui platform jual beli online akan sangat efektif dan sangat mudah.
Ardiyan Nugraha sebagai ketua panitia menyampaikan kami sebagai panitia penyelenggara sangat berterimakasih kepada seluruh partisipan pada kegiatan pelatihan yang kami adakan. Kegiatan ini membuat kami menjadi jembatan dan fasilitator bagi bapak ibu warga desa rowoboni untuk menambah peluang usaha dan memunculkan ide-ide baru dalam berwirausaha.
Pada kegiatan ini peserta pelatihan juga mengucapkan “terimakasih atas ilmu baru yang inovatif yang sudah kami peroleh dari kegiatan pelatihan ini dan selamat kepada mahasiswa KKN upgris telah menyelenggarakan kegiatan ini dengan sukses dan lancar “

Bapak Sekretaris Desa Rowoboni, Bapak Hardono menyampaikan terimakasih untuk mahasiswa KKN upgris di Desa Rowoboni kecamatan Banyubiru yang telah menyelenggarakan kegiatan pelatihan ini kepada kami. Semoga ilmu yang diberikan oleh narasumber bermanfaat bagi kita semua.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *