Ratusan Karya Mahasiswa PGSD UPGRIS Dipamerkan

Ratusan Karya Mahasiswa PGSD UPGRIS Dipamerkan

Ribuan karya karya seni rupa, seni musik dan media pembelajaran karya mahasiswa Pendidikan Guru Sekolag Dasar (PGSD) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), dipamerkan di Balairung Kampus I Sidodadi Semarang, Rabu (20/12).
Ada beragam tema karya seni rupa yang disajikan, mulai dari flora fauna, tokoh kartun hingga abstrak. Selain itu juga ada berbagai jenis media pembelajaran dari mata-mata pelajaran yang ada di tingkat SD. Termasuk sejumlah seni musik kontemporer dan tari-tarian. Keseluruhan pameran tersebut merupakan bagian dari tugas akhir, dari mata kuliah seni musik dan seni rupa, yang wajib diikuti oleh para mahasiswa.
Rektor UPGRIS Dr Muhdi SH MHum menjelaskan, mahasiswanya memang wajib untuk mengikuti pagelaran agar punya kompetensi softskill, termasuk di bidang seni rupa dan musik.
“Seorang guru SD itu, menurut saya merupakan guru terbaik di dunia. Sebab mereka tidak hanya menjadi wali kelas, menjadi guru yang mengajar proses pembelajaran, namun juga dituntut untuk bisa menguasai berbagai soft skill. Termasuk menjadi di bidang esktra kurikuler, diantaranya seni tari dan musik,” terangnya.
Diharapkan, dengan menyiapkan kompetensi sejak dari bangku kuliah, diharapkan nantinya para mahasiswa pendidikan UPGRIS, khususnya dari PGSD tersebut mampu menjadi sosok guru yang tidak hanya mengusai mata pelajaran secara keilmuan, namun juga seni dan musik.
“Kemampuan yang dimiliki oleh para mahasiswa ini, nantinya akan dituangkan dalam Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI), sebagai bentuk pengakuan kompetensi yang dimiliki. Sehingga keterampilan ini bisa digunakan untuk meningkatkan profesionalitas mereka ketika menjadi guru,” tandasnya.
A�Hal senada juga disampaikan Ketua Program Studi PGSD UPGRIS Joko Sulianto. Menurutnya, kemampuan guru dalam bidang seni seperti musik, tari, menyanyi hingga menulis puisi, menjadi salah satu modal lebih, yang bisa digunakan untuk menyampaikan pembelajaran kepada anak didik. A�”Metode penyampaian pembelajaran dengan kemampuan olah seni yang dimiliki guru, A�memudahkan siswa untuk menangkap isi dari pelajaran tersebut. Seni menjadi sarana untuk mencapai sasaran pendidikan yang lebih humanis,”pungkasnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *