Prof. Ocky: “Tugas reviewer itu berat.”

Prof. Ocky: “Tugas reviewer itu berat.”

Tanggung jawab seorang reviewer dalam menguji kapasitas sebuah proposal penilitian sedemikian besarnya. Selain berkaitan dengan kerja akademik yang menjunjung tinggi sikap ilmiah, wewenang reviewer juga harus memastikan proposal penelitian memenuhi syarat akutabilitas dan kredibilitas substansi.

Itulah salah satu alasan perlu diselenggarakan Pelatihan Reviewer Penelitian yang terselenggara berkat kerja sama antara Direktorat Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan dan Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kementrian Riset , Teknologi dan Pendidikan Tinggi, dengan Reviewer Penelitian Nasional (RPN) , Quantum HRM Internasional, dan Badan Standarisasi Nasional (BSN) dan LPPM Universitas PGRI Semarang (Ungaran, 14 -17 November 2017). Peserta acara ini kurang lebih 100 orang, yang berasal dari pelbagai universitas negeri dan swasta.

Dalam sambutannya, Direktur Riset dan Pengabdian kepada masyarakat Ristekdikti, Prof. Ocky Karna Radjasa, M.Sc, menegaskan bahwa tugas reviewer itu berat untuk itu pelatihan ini sangat perlu diselenggarakan. “Reviewer adalah orang yang punya tugas berat untuk menjaga agar output dari sebuah proposal ilmiah penelitian bisa sesui dengan kapasitas.”

Ocky menambahkan, “Para reviewer yang berkualitas tidak tertutup kemungkinan untuk saya kirimkan menjadi reviewer di tingkat ASEAN.” Namun, Ocky juga mengingatkan bahwa ada juga godaan yang berat yang meski dihadapi reviewer. “Banyak reviewer melanggar kode etik. Untuk itulah reviewer harus sadar bahwa tugas reviewer itu memiliki tanggungan moral.” Ocky menegaskan, ada sangsi yang tegas untuk mereka yang melanggar, salah satunya dipecat.

Dalam waktu yang bersamaan, Rektor UPGRIS Dr. Muhdi, S.H., M.Hum, menyambut baik pelatihan ini. “Reviewer sangat perlu mengikuti pelatihan ini karena dengan begitu bakal memicu reviewer untuk tampil ke pentas nasional. Dari pelatihan ini, reviewer akan mendapat suntikan ilmu untuk semakin menguasai bidangnya, sekaligus sanggup mengedapankan kualitas dan etosnya sebagai reviewer yang menjunjung tinggi moral ilmiah.” []

 

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *