Prof. Nurul Ajak Dosen Patenkan Hasil Riset

Prof. Nurul Ajak Dosen Patenkan Hasil Riset

Penelitian yang diselenggarakan oleh para akademisi, terutama dosen, harus menghasilkan produk yang bermanfaat, atau kerap disebut hilirisasi penelitian. Hal ini agar hasil-hasil penelitian bisa dijadikan produk yang bermanfaat sekaligus bisa menguntungkan secara komersil. Untuk itu, para dosen harus selalu memiliki keberanian dalam berinovasi.

Hal ini disampaikan oleh Prof.Dr.Nurul Taufiqu Rohman, M.Eng., (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) dalam workshop Nasional “Manajemen Sentra Kekayaan Intelektual dan Penguatan Kemahiran Komersial Hasil Litbang” hasil kerja sama Universitas PGRI Semarang, LIPI, Universitas Tujuh Belas Agustus, dan Lembaga Kekayaan Intelektual. Acara ini juga dijadikan momentum untuk menandatangani MoU untuk meningkatkan komersialisasi dan hilirisasi penelitian.

Dalam presentasinya di hadapan 66 peserta yang berasal dari 47 perguruan tinggi dari 12 provinsi, Prof Nurul menyampaikan presentasinya mengenai pokok-pokok yang harus dimiliki oleh seorang peneliti. “Para peneliti harus berani berinovasi dalam melaksanakan sebuah riset, kalau perlu meloncat dari tahap basic research langsung ke tahap commercialization. Sehingga tidak terlalu lama dan berbelit-belit.”

Selain itu, Prof Nurul juga mengingatkan bahwa kini kemudahan dalam melakukan pematenan sudah dipermudah. Gratis. Untuk itu setiap hasil temuan penelitian harus segera dipatenkan. “Pandangan yang menganggap melakukan pematenan itu sulit harus dihapuskan. Para dosen tak boleh terbalik dalam berpikir, mengutamakan publikasi baru pematenan. Itu terbalik, kalau sudah melakukan riset dan mendapatkan temuan, langsung dipatenkan. Baru setelah itu menyusun tulisan utuh untuk dipublikasikan.”

Senada dengan itu, Rektor Universitas PGRi Semarang Dr. Muhdi, S.h., M.Hum, mendorong agar dosen tak berhenti pada penelitian saja. “Harus ada komersialisasi hasil penelitian. Jangan hanya berhenti pada temuan dan publikasi saja. Selain itu, para dosen juga harus rajin mematenkan temuan mereka. Harus itu, dipatenkan,” ungkap Muhdi.

Sementara itu, Ketua Panitia Dr. Mei Sulistyoningsih, M.Si., menyebut bahwa acara yang didanai oleh LIPI ini memang dimaksudkan agar para dosen tergenjot untuk melakukan komersialisasi hasil riset. “Tujuan kami menghadirkan Prof Nurul adalah untuk menulari para dosen agar gila, yaitu gila berinovasi dalam melaksanakan riset,” ucap Mei yang disambut hangat oleh para peserta pelatihan.[]

 

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *