Pentingnya Mahasiswa Membangun Relasi Menurut Bambang Soesatyo

Pentingnya Mahasiswa Membangun Relasi Menurut Bambang Soesatyo

Menjadi mahasiswa ialah masa paling steril. Artinya, di masa inilah mahasiswa bisa terlibat dalam pelbagai aktifitas yang kelak bisa dijadikan bekal setelah lulus. Mahasiswa bisa menjalin komunikasi dengan pihak manapun, baik di dalam maupun luar kampus. Selain itu, mahasiswa juga harus bisa menyerap ilmu di kampus sebanyak mungkin.

“Gunakanlah waktu semasa kuliah untuk menyerap ilmu yang sebanyak-banyaknya. Asah ketrampilan kalian dengan mengikuti berbagai organisasi kegiatab, intra dan ekstra kampus. Karena dengan banyak berlatih kalian kelak akan menjadi sarjana yang siap terjun ke masyarakat, baik sebagai pemimpin, profesional, maupun sebagai wirausaha tangguh,” ungkap Bambnag Soesatyo, Ketua DPR RI, dalam acara Upacara Penerimaan dan Kuliah Perdana mahasiswa baru 2018/2019 di Gedung balairung (24/09).

Bambang menambahkan, ketrampilan yang diperlukan dalam era revolusi indsutri 4.0 antara lain ketrampilan memecahkan masalah kompleks, berpikir kritis, pengambilan keputusan yang tepat, manajemen finansial yang mumpuni, serta kemampuan mengoperasikan teknologi digital.

“Untuk itulah mahasiswa hars pandai-pandai memanfaatkan waktu dan relasi. Di kampus, serap sebesar-besarnya ilmu. Di luar, cari relasi sebanyak-banyaknya. Peluang selalu terbuka,” ungkap lelaki kelahiran Jakarta, 10 September 1962 ini.

Selain bercerita tantangan mahasiswa ke depan, Bambang juga sempat mengisahkan perjuangan dirinya sbelum menjadi seperti sekarang. Dulu, Bambang memulai karir sebagai wartawan. Lantas, perlahan karirnya naik hingga menjadi redaktur sembari membuka peluang usaha. Perjalanan panjangnya berbuah manis saat ia pada tahun 2009 terpilih menjadi anggota DPD dari Fraksi Golkar.

Dalam kesempatan yang sama, Rektor Universitas PGRI Semarang Dr.Muhdi, S.H., M.Hum., menegaskan pilihan mengundang Ketua DPR Bambang Soesatyo sangatlah tepat. “Mahasiswa bisa belajar bagaimana perjalanan karir seorang manusia bisa bermula dari pekerjaan yang remeh, namun seiring waktu bisa berubah. Kegigihan dan ketekunan Pak Bambang dalam meniti karir diharapkan bisa menginspirasi mahasiswa,” ungkap Muhdi dalam sambutannya.

Sebanyak 2.626 mahasiswa baru hadir menyimak kulah perdana tersebut. Kuliah umum tak sekadar mendengar Pak Bambang menyampaikan materi. Mahasiswa juga diberi kesempatan untuk bertaya langsung. Wahyu Tiatmojo, mahasiswa PJKR, misalnya, mempertanyakan antisipasi DPR terkait paham radikal yang bertebaran di media sosial. “Tingkatkan kesadaran literasi kita. Perbanyak membaca buku sehingga tak gampang terpengaruh,” ungkap Bambang.(wep)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *