Pendidikan Karakter Desa Minapolitan

Pendidikan Karakter Desa Minapolitan

Kamis, 2 Agustus 2018. Desa Tambaksari, Kecamatan Rowosari, Kabupaten Kendal yang biasa disebut dengan Desa Minapolitan, bergerak dibidang konsepsi pembangunan ekonomi kelautan dan perikanan berbasis kawasan. Desa Minapolitan didasarkan pada prinsip terintegrasi, efisien, berkualitas dan percepatan. Desa Minapolitan tergambarkan dengan kehidupan masyarakat pesisir, seorang ayah atau kepala rumah tangga yang banyak mengisi kesibukannya setiap hari dengan melaut dan bertani. Sedangkan ibu, rata-rata menjadi ibu rumah tangga. Hal ini memerlukan perhatian khusus untuk anak-anak, perlu digaris bawahi terutama dalam bidang pendidikan bagi anak-anak Desa Minapolitan.

Pendidikan sudah seharusnya menjadi perhatian penting dalam masyarakat. Pada hal ini sesuai dengan tujuan Millenium Development Goal’s yaitu satu program yang seharusnya diprioritaskan pada masyarakat pesisir. Kedatangan mahasiswa KKN-PPM Universitas PGRI Semarang di Desa Tambaksari, mendorong untuk mengadakan program kerja “Rumah Pintar” sebagai rumah untuk bimbingan belajar dan TPQ bagi anak-anak pesisir yang berada di Desa Tambaksari.

Melihat antusiasme anak-anak yang sangat baik dengan adanya program Rumah Pintar, begitu pula dengan Kepala Desa Tambaksari Bapak Untung Mujiono S.T, M.A yang sangat mendukung program ini. “Dengan adanya Rumah Pintar, harapannya mampu mendidik dari segi pengetahuan, karakter anak serta memberikan keterampilan untuk anak-anak Desa Tambaksari” Pungkas Pak Untung selaku Kepala Desa Tambaksari.

Rumah Pintar tidak hanya mengajarkan pengetahuan pedagogik, tetapi juga dari segi afektif serta psikomotorik. Rumah Pintar sebagai tempat untuk bimbingan belajar juga sebagai TPQ sebagai sarana untuk meningkatkan spiritual anak. Kegiatan Rumah Pintar ini dilaksanakan setiap hari Selasa-Jum’at pukul 19.00 WIB (setelah sholat Isya’) sedangkan kegiatan TPQ dilaksanakan pukul 15.00 WIB. Mahasiswa KKN-PPM pun membuat sebuah sistem piket untuk Rumah Pintar, hal ini dilakukan agar mampu membagi tugas dengan baik.

Sentuhan motivasi dan dorongan semangat dari koordinator KKN-PPM pun menambah semangat para mahasiswa dalam melaksanakan kegiatan KKN-PPM ini. Hati yang tulus dan ikhlas, serta semangat membara menjadi kekuatan utama bagi kelompok KKN-PPM di Desa Tambaksari. Hal ini dapat terlihat dari suasana ceria dan gelak tawa dari para mahasiswa.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *