Negara dan Tantangan Kenegaraan Kontemporer

Negara dan Tantangan Kenegaraan Kontemporer

Fakultas Pendidikan Ilmu Pendidikan Sosial dan Keolahragaan (FPIPSKR) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) gelar  Seminar Nasional Keindonesiaan V, Selasa (17/11). Tema yang dipilih “Negara dan Tantangan Kenegaraan Kontemporer” (Quo Vadis Arah Pembangunan Ketahanan Nasional Indonesia).

Nilai-nilai Pancasila harus menjadi landasan utama pembangunan nasional serta ketahanan nasional. Nilai-nilai Pancasila yang menjadi dasar pembangunan diharapkan mampu mewujudkan masyarakat adil dan makmur. Sedangkan nilai-nilai Pancasila yang menjadi dasar ketahanan nasional diharapkan mampu mengatasi tantangan, ancaman, hambatan dan gangguan yang dialami bangsa Indonesia dalam memperjuangkan kepentingan nasional dan kelangsungan hidupnya.

Kegiatan diselenggarakan secara daring (Webinar) serta menyajikan call for papers (prosiding) dalam bentuk artikel baik berupa hasil penelitian, argumen maupun kajian lain yang akan disajikan dalam bentuk ISBN. Prosiding mengacu kepada tema yang disajikan. kemudian dipresentasikan dalam pararel session. Seminar ini menghadirkan tiga narasumber dari tiga bidang yang berbeda. Hadir narasumber diantaranya Ir. Suwarno Widodo., M.Si,  Wahyu Widodo., Ph.D., M.Si serta Prof. Dr. H. Djoko Pekik Irianto., M.Kes. AIFO F. Ada 800 peserta yang hadir mengikuti seminar yang diselenggarakan oleh FPIPSKR UPGRIS.

Dr Agus Sutono Sfil MPhil menjelaskan terkait kondisi bangsa Indonesia juga dihadapkan pada tantangan nasionalisme kontemporer, yaitu, (1) tantangan konseptual, (2) tantangan operasional, serta (3) tantangan ideologis. “Tantangan konseptual terjadi dimana bangsa ini memiliki tatanan dengan perangkat dan atribut kelengkapannya selaras dengan prinsip pragmatisme dan globalisasi untuk perolehan kesejahteraan material, konsep yang dipakai ialah konsep daya saing wilayah, kemajuan wilayah dan pertarungan ekonomi wilayah. Tantangan operasional terjadi di mana kita menghadapi begitu banyak persoalan dengan orientasi kesejahteraan material yang dapat melemahkan sistem negara dan bangsa yang sudah dibangun,” tutur Dr Agus Sutono.

Rektor UPGRIS Dr Muhdi SH MHum dalam sambutanya menjalaskan kegiatan seminar nasional keindonesiaan yang konsisten hingga yang kelima. “Negara Indonesia yang memiliki banyak keragaman merupakan anugerah. Akan tetapi, juga banyak tantangan yang harus disikapi dengan baik. Semanagt sumpah pemuda harus bersama-sama membangun ketahanan nasional bangsa,” imbuh Dr Muhdi.

Tujuan kegiatan ini diantaranya memperkuat nilai-nilai karakter civitas akademik Universitas PGRI Semarang dan masyarakat secara umum. Sebagai media komunikasi antara akademisi perguruan tinggi dengan berbagai pihak yang terlibat dengan ketahanan nasional. Memediasi pengembangan ide dalam menghadapi tantangan ketahanan nasional. Mengembangkan dan menemukan pembelajaran yang berwawasan global bidang kebangsaan, ekonomi serta keolahragaan.Menemukan Isu global dalam pendidikan kewarganegaraan, ekonomi dan keolahragaan.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *