Muhammad Syaipul Hayat Doktor Muda UPGRIS

Muhammad Syaipul Hayat Doktor Muda UPGRIS

Dosen program studi pendidikan Biologi Universitas PGRI Semarang, Rabu (29/1) Dr Muhammad Syaipul Hayat MPd sukses Ujian terbuka Doktor di UPI.  Salah satu permasalahan yang kompleks dalam pendidikan saat ini adalah keterserapan lulusan sarjana yang masih sangat rendah dalam dunia kerja. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan jumlah lulusan perguruan tinggi yang bekerja adalah 12,24 persen atau setara dengan 14,57 juta dari 118,41 juta pekerja di seluruh Indonesia (Mulyadi, 2016). Di satu sisi, setiap tahunnya Indonesia selalu melahirkan ribuan sarjana baru dari berbagai lulusan Perguruan Tinggi. Kemenristekdikti mencatat saat ini setiap tahun rata-rata ada 750 ribu lulusan baru dari 3.221 universitas dan 1.020 perguran tinggi agama di seluruh Indonesia (Mulyadi, 2016).

Salah satu permasalahan yang kompleks dalam pendidikan saat ini adalah keterserapan lulusan sarjana yang masih sangat rendah dalam dunia kerja. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan jumlah lulusan perguruan tinggi yang bekerja adalah 12,24 persen atau setara dengan 14,57 juta dari 118,41 juta pekerja di seluruh Indonesia (Mulyadi, 2016). Di satu sisi, setiap tahunnya Indonesia selalu melahirkan ribuan sarjana baru dari berbagai lulusan Perguruan Tinggi. Kemenristekdikti mencatat saat ini setiap tahun rata-rata ada 750 ribu lulusan baru dari 3.221 universitas dan 1.020 perguran tinggi agama di seluruh Indonesia (Mulyadi, 2016).

Rendahnya profil life-long learning mahasiswa merepresentasikan bahwa perlu adanya program yang secara khusus dirancang untuk membekalkan keterampilan-keterampilan yang menjadi indikator life-long learning bagi mahasiswa dalam pembelajaran. Program yang dirancang harus berdasarkan suatu framework dan hasil penelitian para ahli, baik secara logis maupun empiris. Dalam life-long learning framework Marzano telah dirumuskan asesmen life-long learning yang disusun detil dengan rubriknya bahkan dilengkapi dengan dimensi belajar, kemudian disesuaikan dengan konteks pembelajaran Biologi. Terdapat lima standar yang dirumuskan dalam framework tersebut, yaitu: complex thinking standard, information processing standard, communication standard, collaboration standard, dan habits of mind standard (Marzano et al., 1994). Oleh karenanya, dalam penelitian ini dikembangkan sebuah program pembelajaran Biologi melalui inkuiri berorientasi entrepreneurship (inkuiri 5E+e).

Berdasarkan temuan penelitian, evauasi dan refleksi terhadap implementasi program pembelajaran inkuiri 5E+e sebaiknya mahasiswa diberikan pembekalan untuk memiliki konsep prasyarat yang kuat tentang identifikasi spesies tumbuhuan sebelum memasuki perkuliahan Keanekaragaman Tumbuhan. Selain itu, mahasiswa juga sebaiknya dibiasakan untuk melakukan aktivitas di kebun percobaan agar keterampilan dasar bercocok tanam mereka terlatih. Penguasaan konsep dan keterampilan prasyarat tersebut sangat menunjang terhadap keberhasilan dan keterlaksanaan pembelajaran yang lebih efisien.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *