Menangis di Panggung

Menangis di Panggung

Kreatifitas seni seseorang seringkali berawal dari peran kedua orangtua. Ketika orangtua menyukai seni, sangat mungkin anaknya pun akan ikut terpengaruh. Ini pulalah yang menjadi salah satu penyebab Niken Wahyu Sawitri menyukai bidang tarik suara. Sejak kecil, orangtuanya sudah mengenalkan musik kepada Niken.

“Hobi yang saya gemari sejak kecil yaitu menyanyi . Karena orangtua saya suka menyanyi, terutama ibu saya yang mempunyai hobi sama dengan saya, menjadikan menyanyi adalah hal biasa sehari hari yang saya lakukan,” ungkap dara muda yang kini berkuliah di Pendidikan Ekonomi UPGRIS. Ia juga mengaku tak pernah belajar menyanyi secara formal, baik kursus atau sekolah menyanyi.

Namun, bukan berarti Niken tak menekuninya secara serius. Belajar secara otodidak jadi pilihan. “Proses (menyanyi) tidaklah  mudah. Saya harus belajar menyesuaikan nada dan intonasi. Dan hal yang paling susah waktu itu adalah vibrasi suara,” perempuan cantik kelahiran Jepara, 17 Februari 1997, ini. Pelan-pelan, berkat bantuan dan dorongan ibunya yang melatihnya dengan sungguh-sungguh itulah Niken mulai menguasai teknik menyanyi.

Sebenarnya tidak ada genre khusus yang Niken tekuni dalam menyanyi. Namun, ia sering merasa lebih nyaman ketika menyanyikan lagu-lagu yang berirama mellow. “Karena dapat meresapi, saya paling suka menyanyi dengan perasaan,” ungkap gadis pemalu ini.

Barangkali berkat hal itulah, Niken lebih cocok menyanyikan lagu-lagu yang memerlukan penghayatan tinggi, seperti keroncong. Ini terbukti dengan raihan prestasi yang Niken peroleh, di antaranya Juara 1 Lomba Keroncong  Tingkat Kecamatan Jepara; Juara 2 Lomba Keroncong Tingkat Kabupaten Jepara. Namun untuk kompetisi yang bergenre lain, Niken pun turut berpartisipasi. Ia juga pernah Juara 2 Lomba Solo Hari Anak Nasional, dan terbaru Juara 1 Solo Vokal Tingkat Fakultas FPIPSKR UPGRIS.

Niken masih ingin terus memperluas jangkauan prestasinya dalam menyanyi. Ia pun bertekad akan terus mengikuti kompetisi menyanyi demi meningkatkan kemampuannya dalam menyanyi. Hal ini agar mentalnya kian terasah ketika tampil di atas panggung. Niken tak mau pengalaman buruk yang pernah ia alami saat menyanyi terulang lagi.

Kala itu, dalam sebuah perlombaan, tiba-tiba saja Niken lupa lirik lagu yang tengah ia nyanyikan. “Saya menangis saat itu, pas nyanyi di panggung,” ingat Niken malu mengingat pengalamannya itu. Dari pengalaman ini Niken belajar untuk terus mengatur emosi dan menjaga mental di atas panggung. []

 

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *