Mahasiswa UPGRIS Raih Prestasi Membanggakan

Mahasiswa UPGRIS Raih Prestasi Membanggakan

Mahasiswa UPGRIS Raih Prestasi Membanggakan

Rektor Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) Dr Muhdi SH MHum mengingatkan agar seorang mahasiswa jangan menjadi kupu-kupu atau kuliah pulang kuliah pulang. Namun harus menjadi sosok yang aktif, di berbagai kegiatan kampus. Hal tersebut disampaikannya, usai melantik sebanyak 1.200 pengurus organsisasi mahasiswa (Ormawa) dan lembaga mahasiswa (Lemawa) dari tingkat fakultas hingga univeritas di lingkungan UPGRIS di kampus I Sidodadi Semarang, Rabu (20/12).

“Menjadi mahasiswa tidak hanya sekedar rutinitas dari kostan atau rumah, ke kampus, selesai kuliah lalu pulang lagi ke kostan dan rumah masing-masing. Namun juga harus aktif diberbagai kegiatan positif, yang ada di kampus. Kita ada puluhan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), ormawa hingga lemawa yang bisa dijadikan wadah bagi mahasiswa,” terangnya.A�Diterangkan, tuntutan tersebut diperlukan untuk mengembangkan karakter dan mengasah soft skill yang dimiliki. Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tinggi bukan jaminan seseorang tersebut mendapat pekerjaan. Capaian tersebut hanya menjadi syarat lolos seleksi, namun kemampuan dalam softskill seperti kepemimpinan, kemampuan bekerja sama, hingga karakter menjadi penentu.

”Jadi, selain harus lolos dari segi kompetensi akademik, mahasiswa UPGRIS juga harus memenuhi nilai keaktifan. Tujuannya, untuk membekali mereka dengan softskill seperti bagaimana membangun karakter, cara berkomunikasi yang baik hingga keterampilan-keterampilan lain yang dibutuhkan dalam dunia kerja. Ini diperlukan agar mereka bisa bersaing di dunia kerja,a�? tandasnya, didampingi WR III bidang Kemahasiswaan UPGRIS Drs Supriyono Ps MHum.

Muhdi menjelaskan, UPGRIS terus memperkuat dan mendorong nilai-nilai pendidikan karakter kepada mahasiswa. Salah satu upaya itu adalah dengan menerapkan sistem poin keaktifan mahasiswa. Selama menempuh pendidikan di UPGRIS, mahasiswa diwajibkan untuk memenuhi poin minimal 300 dari lima rumpun yang berbeda. Ada lima rumpun yang akan dinilai, yakni bidang penalaran, bakat minat, pengabdian masyarakat, pengembangan kepribadian dan penunjang lainnya. “Kita ingin membentuk mahasuiswa yang tidak hanya pintar secara akademik, yang dibuktikan dengan indeks prestasi komulatif, namun juga ingin menananmkan karakter yang dibekali dengan kemampuan softkill,” tambahnya. Kemampuan, pengalaman hingga keahlian yang dimiliki mahasiswa, nantinya akan dilampirkan sebagai Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI). “Ini menjadi dokumen yang menyatakan kemampuan kemampuan kerja, penguasaan pengetahuan, dan sikap, moral atau karakter pemegangnya. Ini yang menjadi nilai plus bagi kompetensi yang dimiliki mahasiswa UPGRIS,”pungkasnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *