Mahasiswa UPGRIS Ciptakan Nugget Tempe

Mahasiswa UPGRIS Ciptakan Nugget Tempe

Mengubah tempe menjadi nugget tempe. Mahasiswa KKN UPGRIS mengadakan pelatihan pembuatan nugget tempe kepada Ibu-ibu PKK Desa Kumpulrejo, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kendal, Sabtu (9/2). Kegiatan tersebut diharapkan menciptakan UPPKS (Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera) warga kelurahan Kumpulrejo.
Jika biasanya nugget dibuat dari daging ataupun ikan, tapi kali ini nugget oleh mahasiswa KKN UPGRIS 2019 Kelurahan Kumpulrejo di buat dari tempe. Guna meningkatkan level olahan makanan tempe yang semula hanya dibuat gorengan di jadikan kripik ataupun makanan lainnya yang masih terlihat bentuk tempenya. Kali ini ada ide di buat menjadi nugget sehingga terlihat lebih menarik.
Sebagai makanan asli Indonesia, tempe cenderung kalah dari hidangan luar negeri, karena hidangan berbahan dasar tempe biasanya memiliki penampilan yang kurang menarik dan membosankan.

Permasalahan lain adalah sifat tempe yang mudah rusak karena tempe segar yang baru jadi hanya tahan disimpan 1-2 hari, setelah itu tempe akan membusuk. Kelemahan pada tempe ini menyebabkan penggunaan dan pemasarannya sangat terbatas. Dikecamatan Kaliwungu banyak sekali industri rumah tangga yang bergerak di bidang pembuatan tempe, Kumpulrejo merupakan salah satu desa di Kaliwungu IRT usaha tempe, sayangnya banyak masyarakat yang belum memanfaatkan tempe menjadi sebuah produk olahan pangan dan nilai ekonomis yang lebih tinggi dan di jadikan sebuah usaha, sehingga mahasiswa KKN UPGRIS membuat program tersebut.

Tidak hanya melakukan pelatihan pembuatan tempenya saja. Mahasiswa KKN UPGRIS juga mengadakan pelatihan pembuatan kemasan yang menarik dan juga pemasaran secara online. Selain itu ada juga pelatihan manajemen ketika nanti usaha nugget tempe berjalan. Sehingga semua kebutuhan yang terkait dengan usaha nugget tempe telah di sampaikan kepada Ibu-Ibu PKK setempat. “Kami berterima kasih kepada mahasiswa KKN atas kegiatan pelatihan pembuatan nagget tempe. Kegiatan ini sangat menambah ilmu bagi kami. Bisa mendapatkan inspirasi dan inovasi baru tentang olahan tempe yang lebih menarik.” Ujar Endang.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *