Lestarikan Budaya melalui Pencak Silat

Lestarikan Budaya melalui Pencak Silat

Siapa sangka Dayu Herdiyan Wijaya sudah memiliki segudang prestasi dibidang pencak silat. Dayu yang berpenampilan pendiam juga aktif dikegiatan kampus Universitas PGRI Semarang (UPGRIS). Saat ini Pria kelahiran Kebumen, 23 Agustus 1998 yang memiliki hobi Pencak Silat, Renang, serta Badminton sedang menempuh kuliah di program studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi (PJKR) UPGRIS.
Hingga kini Dayu juga masih aktif di organisasi kepemudaan di di Dusun Ngelumpang, Desa Rejosari RT/RW 01/04 Kec/Kab Grobogan seperti Karang Taruna.

Anak dari pasangan Kumaidi dan Siti Mutmainah juga santri di Pondok Pesantren Addainuriyah Semarang. Sejak masih duduk dibangku SMK Negeri 2 Kebumen sudah banyak pretasi ditorehkan diantaranya Juara 3 kelas f putra SH Cup Kebumen (2015) dan Juara 3 kelas Dewasa (Bebas) SH Cup Kebumen (2016).

Saat ini Dayu masih aktif berorganisasi sebagai Anggota PMII serta Anggota PSHT di UPGRIS. Menurut Dayu Alasan Dayu menyukai pencak silat dikalangan anak laki – laki sangatlah menarik. “Waktu saya masih dibangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) kalau kemana memakai baju yang seragam yang identik hitam saya berkeinginan ikut pencak silat. Selain itu, belajar bela diri juga menambah teman dan yang paling ramai di desa saya adalah dari perguruan PSHT.

Motivasi mengikuti pencak silat agar bisa menjaga diri sendiri terutama dan orang – orang di sekitar serta menambah teman. Pengalaman Dayu yang paling berkesan saat ujian kenaikan sabuk dari peserta kurang lebih 80 orang masuk dalam sungai disitu saya temukan satu kesan persaudaran antar peserta dan rasa saling membantu.

Semoga kedepan ilmu yang saya dapat saya terapkan dilingkungan sekitar khususnya dan keseluruh penduduk umumnya karena pencak silat adalah salah satu budaya asli Indonesia yang harus kita lestarikan

 

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *