Seminar Internasional UPGRIS  & IPG

Pelaksanaan Kurikulum 2013 di Indonesia serta Kurikulm Abad 21 di Malaysia , memiliki kesamaan tujuan yaitu mencetak pendidikan berkarakter, inovatif dan kreatif. Hal tersebut dipaparkan dalam Join Internasional Seminar yang digelar Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) dan Institut Pendidikan Guru (IPG) Temenggong Ibrahim Malaysia di Gedung Pusat Lantai 7 Kampus 1 Sidodadi Semarang, senin (28/11).

“Sebagai pencetak guru di Malaysia, IPG Temenggong Ibrahim membekali mahasiswa calon guru dengen kompetensi kepribadian, implementasi tersebut dijabarkan melalui Kurikulum Abad 21, yang bertujuan untuk mencetak siswa berkarakter dan berdaya saing ilmu di bidang sains dan ilmu pengetahuan dan teknologi” papar Timbalan Pengarah Akademik atau WR Bidang Akademik IPG Temenggong Ibrahim Yasid Abdul Manap di sela pelaksanaan seminar.

Sementara itu, Rektor Universitas PGRI Semarang Dr Muhdi SH MHum berharap seminar antar bangsa ini mampu memberi gambaran tentang bagaimana mengembangkan kurikulum dalam era globalisasi. “Seminar antar bangsa ini adalah tindak lanjut dari kerja sama yang sudah terjalin antara UPGRIS dan IPG Temenggong Ibrahim Malaysia. Ada beberapa pokok bahasan yang akan disampaikan salah satunya memberikan informasi mengenai inovasi pendidikan adad 21 dan tantangannya.  Jika di Indonesia kita mengenal Kurikulum 2013, di Malaysia ada kurikulum Abad 21.”

Selain keduanya, hadir pula narasumber di antaranya hamdan  bin Zainal Afuad (IPGKTI)-Malaysia), Ustaz Moh Hilmi bin Rozali (IPGKTI), Dr Sudharto MA (Ketua YPLP PT PGRI), Dr Nur Bahiyah binti Abdul Wahab (IPGKTI Malaysia) dan Dr Lin Purnamasari (UPGRIS).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *