Pentingnya Kesadaran dalam Melaksanakan Protokol Kesehatan

Pentingnya Kesadaran dalam Melaksanakan Protokol Kesehatan

Rencana pemerintah yang akan melakukan vaksinasi Covid-19 pada akhir 2020 hingga awal 2021, dipandang sebagi langkah positif dalam penanganan penyebaran virus corona di Indonesia. Langkah pemerintah itu, diharapkan nantinya memprioritaskan perguruan tinggi sebagai satu di antara institusi untuk mendapatkan vaksinasi di tahap awal. Harapan tersebut diungkapkan  Ketua Satgas Pencegahan Covid-19 Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), Arisul Ulumuddin SPd MPd di sela-sela Webinar Nasional ”Sinergitas Pemerintah dan Perguruan Tinggi dalam Pencegahan Covid-19 pada Masa Adaptasi Baru” di gedung pusat UPGRIS, Selasa (20/10).

Kegiatan yang dilaksanakan pihaknya ini juga disebut sebagai ajang silaturahim  pihaknya dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jateng, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng, dan Dinas Kesehatan Kota Semarang. ”Pemerintah sepertinya sudah akan mengadakan vaksin paling lambat pada 2021 mendatang. Perguruan tinggi harapannya mendapat prioritas mendapatkan vaksin, walaupun sempat disampaikan beberapa waktu lalu vaksinasi hanya dilakukan secara terbatas. Melalui kegiatan webinar ini kami ingin menjalin kemitraan dengan empat lembaga pemerintah itu, agar harapan kampus terkait vaksinasi bisa terealisasi,” kata Arisul.

 

Kepala Pusdiklat PB BNPB, Berton SP Panjaitan PhD dalam kesempatan yang sama mengungkapkan pada November 2020 ini pemerintah berencana melakukan vaksinasi Covid-19 kepada 9 juta orang di Indonesia. Adapun vaksin disebutkan didatangkan dari beberapa negara. ”Vaksinasi ke depan yang menjadi prioritas pertama yakni tenaga kesehatan yang ada di rumah sakit sebagai garda terakhir penanggulangan Covid-19. Lalu kemungkinan akan ada vaksinasi pegawai negeri maupun mereka yang bekerja di Satuan Tugas Penangganan Covid-19. Prioritas ketiga akan diupayakan mahasiswa dan dosen,  kecuali mahasiswa beumur 18 tahun ke bawah. Sebab uji coba secara klinis vaksin baru dilakukan bagi orang dengan usia 19 tahun ke atas,” kata Berton. Sementara itu Rektor UPGRIS, Dr Muhdi SH MHum berpesan meskipun vaksin Covid-19 nantinya sudah ada, masyarakat terutama sivitas kampus diharapkan terus menerapkan protokol kesehatan di masa adaptasi baru. Sebab dia menyebut, kunci keberhasilan dalam penanganan Covid-19 ini adalah kesadaran dalam melaksanakan protokol kesehatan.

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *