Komunitas Omah Sinau Wonokerto Ajarkan Literasi Digital

Komunitas Omah Sinau Wonokerto Ajarkan Literasi Digital

Tim Program Kreatifitas mahasiswa (PKM) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) baru-baru ini gelar pelatihan literasi digital pada Komunitas Omah Sinau diDesa Wonokerto Kecamatan Bandar Kabupaten Batang. Tim yang diketuai oleh Dr Senowarsito MPd beranggotakan Dr Sunarya M.Hum, Yuli K. Werdiningsih, SS MA, serta Ratri Septina Sasaraswati MT.

Komunitas Omah Sinau merupakan salah satu lembaga yang bergerak di bidang pendidikan yang dikelola secara swadaya oleh anak-anak muda di Desa Wonokerto Kecamatan Bandar Kabupaten Batang. Desa Wonokerto merupakan salah satu wilayah desa luas dengan 5 dusun, yakni dusun Wonokerto; Wonorejo; Sikuntul; Kampir; Wonoyoso.

Komunitas Omah Sinau secara swadaya mendampingi anak-anak di Desa Wonokerto mulai usia dini (PAUD) sampai kelas 6 SD/MI melalui bimbingan belajar dan pengembangan minat serta bakat. Peserta dari kegiatan tersebut berasal dari sekitar lokasi Omah Sinau. Jumlah total peserta 150 anak, dengan kehadiran yang pasang surut.

Kompleksnya latar belakang para orangtua dan wali dalam Komunitas Omah Sinau ini menghadirkan kegelisahan para pengelola. Salah satu kegelisahan yang menjadi persoalan utama yang harus segera diselesaikan adalah minimnya pengetahuan terkait dengan literasi digital para orang tua dan wali siswa Komunitas Omah Sinau. Minimnya literasi digital dikhawatirkan dapat berimbas pada kekurangpahaman para orangtua dan wali tersebut akan aktivitas digital yang dialakukan oleh anak-anak mereka. Sehingga mereka beserta anak-anaknya menjadi rentan penyalahgunaan penggunaan media digital serta media sosial. Anak-anak juga menjadi kurang terlindungi haknya dalam mendapatkan informasi yang sehat dan bermanfaat dari media sosial.

Dr Senowarsito MPd menjelaskan kegiatan PKM Literasi Digital dengan mitra Komunitas Omah Sinau telah dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang telah direncanakan yakni pada hari Minggu, tanggal 20 dan 27 Oktober 2019.  “Pada pertemuan pertama dilakukan sosialisasi tentang literasi digital. Sedangkan pada pertemuan kedua dilakukan pendampingan terhadap para peserta khususnya para pengelola Komunitas Omah sinau dalam pemanfaatan media digital dalam rangka upaya pendampingan penggunaan media digital kepada anak. Kegiatan ini berempat di MADIN Desa Wonokerto Kecamatan Bandar Kabupaten Batang, yang merupakan salah satu tempat berkegiatan Komunitas  Omah Sinau,”tutur Seno.

Peserta kegiatan PKM adalah orang tua dan wali siswa atau peserta dan para pengelola komunitas Omah Sinau. Kegiatan PKM dilaksanakan bertepatan dengan kegaiatn pertemuan rutin para orang tua dan wali dengan pengelola Komunitas Omah Sinau. Kegiatan pertemuan yang biasanya hanya diisi dengan diskusi tetang program komunitas Omah Sinau kali ini berkembang menjadi kegiatan parenting dalam bentuk sosialisasi tentang literasi digital.

Pada tahap pendampingan, difokuskan pada upaya mendampingi para peserta dalam pemanfaatan media digital secara lebih optimal terutama dalam rangka pendampingan penggunaan media digital anak. Peserta kebanyakan adalah orang tua dan wali Komunitas Omah Sinau yang tidak memiliki latar belakang pendidikan tinggi sehingga tidak memiliki pengetahuan banyak tentang dunia digital. Peserta banyak yang tidak mengetahui tentang pemanfaatan dunia digital untuk pendampingan dalam pembelajaran anak. Selama ini peserta hanya memahami bahwa dunia digital dapat dimanfaatkan untuk hiburan. Pendampingan dilakukan oleh tim termasuk para mahasiswa.

 

Tim Pengabdi yang  juga melibatkan mahasiswa ini membagi tugas sesuai bidang keahliannya dan kompetensinya.Pada tahap pendampingan keterlibatan mahasiswa sebagai tim Pengabdi lebih optimal. Para mahasiswa mendampingi para peserta secara berkelompok yang terdiri dari 2 sampai 3 anggota dalam setiap kelompoknya. Dengan berbekal pengetahuan danpengalaman dalam menggunakan media sosial, mahasiswa menjadi pendamping peserta dalam mengoptimalkan pemanfaatan dunia digital dan media sosial. Selain materi tentang pemilihan konten untuk pendampingan anak, penggunaan berbagai aplikasi juga menjadi salah satu materi dalam pendampingan tersebut

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *