Kompilasi Monolog Teater Kilat dan Awan

Kompilasi Monolog Teater Kilat dan Awan

Kompilasi Monolog “Teater Kilat dan Teater Awam”

 

Pertunjukan teater kompilasi monolog “Teater Kilat dan Teater Awam” yang dilaksanakan di Aula SMA N 2 Ksatrian Semarang baru-baru ini berjalan lancar. Pertunjukkan monolog tersebut dihadiri oleh Kepala Sekolah dan guru Bahasa Indonesia dari SMA N 2 Ksatrian Semarang serta dosen mata kuliah Drama, Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas PGRI Semarang serta dihadiri 205 siswa.

Crew dari Teater Kilat dan Teater Awam adalah mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas PGRI Semarang khususnya kelas 5C. Sebelum tampil tentunya kami melakukan latihan-latihan yang wajib dihadiri oleh seluruh anggota. Banyak sekali keluh kesah sebelum hari H. Mulai dari aktor yang sakit hampir satu minggu lamanya. Masalah surat izin dan lampu yang belum jadi. Kami Persiapan atau mulai menyetting dari hari Rabu siang, 29 November sampai malam pukul 21.00 WIB. Malam itu dilanjut rapat untuk persiapan hari H sampai sekitar pukul 23.00 WIB. Karena sudah terlalu larut, kami memutuskan untuk mengakhiri rapat dan dilanjut besok lagi sekalian untuk gladi. Karena kami juga memikirkan kesehatan personil anggota masing-masing.

Kompilasi monolog “Teater Kilat dan Teater Awam” dimulai kurang lebih pada pukul 13.30 WIB. Acara diawali dengan pembuka oleh MC yaitu Enggar Ikhtianti Pratiwi dan Heni Fatmawati. Lalu ada doa, kemudian menyanyikan lagu Indonesia Raya. Setelah itu sambutan dari PJ mata kuliah Drama yaitu Juandhita Tyas Ayu Safitri. Kemudian sambutan dari Kepala Sekolah SMA N 2 Ksatrian Semarang. Setelah itu masuk ke dalam acara inti yaitu acara pertama pembacaan puisi oleh Istiqomah Novita Ningrum. Lalu acara yang kedua pertunjukan monolog dari teater awam dengan aktor yaitu Eka Rizky Amaliyah dengan judul naskah “Air Mata Pemalu” karya Eka Rizky Amaliyah, disutradari oleh Aditya Puta Utama. Dibantu dengan lighting yang dimainkan oleh Muhammad Shofiyullah. Ilutrasi music diisi oleh Aditya Putra Utama. Kemudian dilanjut dengan acara yang ketiga yaitu Tari Kreasi Asmaradana yang personilnya merupakan gabungan dari Teater Kilat dan Teater Awam. Kelima personil tari kreasi diantaranya Izul Ulfa, Meika Nur Masita, Aan Umaroh, Fuji Lestari dan Nita Pramila Sari. Lalu yang keempat adalah pertunjukan monolog dari Teater Kilat. Aktor Heike Kamarullah dengan judul naskah “Malaikat juga tahu” karya Istiqomah Novita Ningrum, yang disutradari oleh Izul Ulfa. Monolog tersebut berisi tentang seorang anak yang menceritakan kehidupannya. Menceritakan ibu dan kedua  anak yang ditinggal merantau oleh ayahnya. Ayah yang jarang pulang. Begitu rindu sang anak kepada ayah. Namun anak itu sadar, bahwa ayahnya jarang pulang karena mencari rejeki untuk istri dan anak-anaknya. Monolog tersebut sukses dimainkan tidak luput bantuan dari lighting Nanda Eka Adi Putra dan ilustrasi musik yang diisi oleh Suci Munjanah. Pertunjukan lancar tidak hanya crew yang tampak di depan, namun juga crew yang berada dibelakang panggung seperti sie konsumsi, peralatan dan perlengkapan, sie make up kostum, among tamu, dokumentasi, dan masih banyak lainnya.

Acara yang kelima yaitu penyerahan kenang-kenangan dari teater kilat dan teater awam kepada SMA N 2 Ksatrian Semarang yang diserahkan kepada Kepala Sekolah. Kemudian setelah acara selesai, ada sesi foto-foto antar anggota, seluruh crew yang terlibat, guru dan dosen. Setelah itu ada sesi diskusi mengenai pertunjukan monolog yang telah dilakasankan. Sesi diskusi itu melibatkan aktor, sutadara, semua crew, Drs Murywantobroto MHum sebagai dosen mata kuliah drama dan Pak Teguh sebagai guru Bahasa Indonesia SMA N 2 Ksatrian Semarang. Dari diskusi tersebut, kami mengetahui apa saja plus minus penampilan dari kami. Namun itu merupakan sebuah pelajaran bagi kami. Setelah acara diskusi selesai, kami membongkar setting dan membersihkan aula seperti semula. Lalu kami makan-makan bersama antar crew dan pemain. Acara selesai sampai sekitar pukul 17.00 WIB.

Drs Murywantobroto MHum menuturkan proses produksi pementasan drama ini merupakan salah satu wujud dari mata kuliah drama pada semester lima. “Banyak pengalaman yang mereka dapatkan dari pementasan drama kali ini. Sebab, mereka tidak hanya berkoordinasi dengan tim produksi tiap kelas. Akan tetapi, mereka juga berkoordinasi dengan beberapa sekolah di Semarang, Batang, Pati, Kudus, dan Jepara. Tujuan kami adalah mengenalkan sejak dini bahwa pelajaran sastra tidak hanya sekedar membaca novel atau cerpen saja. Mereka bisa mementaskan drama. Dari pementasan tersebut mereka bisa mengapresiasi karya sastra secara langsung,” imbuh Murywantobroto.

Dari pentas tersebut, banyak pengalaman yang dapat saya ambil hikmahnya. Banyak keluh kesah yang terjadi. Sangat berat sekali awal mula pra pentas. Namun akhirnya juga bisa terlampaui dengan lancar. Acara ini sukses karena kerjasama yang baik antar crew dan dukungan-dukungan dari pihak lainnya. Kami juga sangat berterima kasih kepada pihak SMA N 2 Ksatrian Semarang karena telah menyediakan tempat sebagai wadah untuk kami berkarya, menuangkan kreatifitas. Dari apa yang telah terjadi ini saya  berpesan “belajarlah kepada setiap apa yang terjadi, dan ambil hikmah dalam sebuah proses kehidupan”.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *