Dua Medali Setelah Sepuluh Bulan Berlatih

Dua Medali Setelah Sepuluh Bulan Berlatih

Kerja keras dan kedisiplinan selama 10 bulan membuahkan hasil. Unit kegiatan mahasiswa PSM Gisma Choir berhasil meraih dua juara dalam kompetisi Jakarta World Choir Festival, 26-27 Oktober 2019, di Jakarta. Pertama, Medali Emas untuk Folklore Category dengan membawakan dua lagu, yaitu “Lukluk Lumbu” dan “Ma Rencong Rencong”. Kedua, Medali Perak untuk Mixed Choir Category, dengan membawakan dua lagu “mixed”, yaitu “Dzikr” dan “Cantate Domino”.

Selama 10 bulan persiapan tersebut, para anggota Gisma melakoni pelbagai proses pelatihan dari teknik vokal hingga melatih kedisiplinan. “Kami fokus pada penguasaan teknik vokal. Ini memerlukan pembiasaan, maka sejak sepuluh bulan lamanya kami melatih kedisiplinan,” ungkap Muhammad Nabil, mahasiswa Teknik Sipil anggota tim paduan suara tersebut saat audiensi dengan pihak rektorat di GP. Lantai 2, (05/11). Nabil menegaskan bahwa untuk terlibat di projek ini mahasiswa harus memantapkan hati dan disiplin sepenuhnya.

“Mereka yang tampak setengah-setengah kami beri sanksi tegas. “Tiga kali nggak ikut latihan, anggota tersebut akan kami rapatkan untuk dikeluarkan dari tim. Anggota yang tidak disiplin akan membuat proses berlatih menjadi terhambat sebab harus mengulang teknik yang sudah dipelajarai pada minggu sebelumnya. Ini diiyakan oleh Hanifah, mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, anggota tim paduan suara. “Kami harus pintar membagi waktu, antara kuliah dan latihan. Karena itulah kami memerlukan kedisiplinan yang tinggi,” tegas Hanifah.

Menyambut kemenangan tersebut, Rektor UPGRIS Dr Muhdi SH MHum mengungkapkan suka cita yang mendalam. “Capaian Gisma harus dipertahankan, kalau bisa terus dinaikkan dari tahun ke tahun,” ungkap Muhdi. Muhdi mengingatkan, standar prestasi tiap tahun terus naik, maka mahasiswa harus terus menaikkan standar kemampuan, termasuk dalam hal ini kapasitas paduan suara. Rektor juga mendorong agar Gisma terus memperluas cakupan kompetisinya, kalau perlu sampai internasional. Hal ini disepakati oleh Nabil dan Hanifah. “Rencananya, tahun depan kami ingin menembus event di Vietnam,” kata mereka.[]

 

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *