UPGRIS Terapkan Sistem Poin Keaktifan MHS

UPGRIS Terapkan Sistem Poin Keaktifan MHS

Universitas PGRI Semarang terus memperkuat dan mendorong nilai-nilai pendidikan karakter kepada mahasiswa. Salah satu upaya itu adalah dengan menerapkan sistem poin keaktifan mahasiswa. Selama menempuh pendidikan di UPGRIS, mahasiswa diwajibkan untuk memenuhi poin minimal 300 dari lima rumpun yang berbeda.

Ada lima rumpun yang akan dibilai, yakni bidang penalaran, bakat minat, pengabdian masyarakat, pengembangan kepribadian dan penunjang lainnya. Rektor UPGRIS Dr Muhdi SH MHum dalam acara Sosialisasi Poin Keaktifan Mahasiswa dan SKPI di GP 7, Sabtu 3 Desember 2016, menyampaikan:”Kita ingin membentuk mahasuiswa yang tidak hanya pintar secara akademik, yang dibuktikan dengan indeks prestasi komulatif, namun juga ingin menananmkan karakter yang dibekali dengan kemampuan softkill.”

Warek III Drs Supriyono Ps MHum menyatakan, “Di UPGRIS setidaknya ada 58 ormawa/lemawa yang bisa menjadi wadah bagi mahasiswa dalam menyalurkan keaktifan mereka sehingga kita optimis bisa mencapai angka minimal tersebut. Selain itu, kita juga meminta keaktifan dari para dosen wali untuk mendorong mahasiswa di bawah naungan mereka untuk memenuhi nilai keaktifan tersebut”.

Kebijakan ini kelak akan dibarengi dengan sistem IT yang mendudkung penilaian kekaktifan tersebut[]

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *