Cerdas Kelola Limbah

Cerdas Kelola Limbah

jumat (1/2) KKN (Kuliah Kerja Nyata) UPGRIS (Universitas PGRI Semarang) beri pelatihan anggota PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga) di Balaidesa Kelurahan Mororejo, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kendal. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan inspirasi dan inovasi dalam pembuatan UMKM. Antusiasme peserta membuat kegiatan berlangsung cepat dan terasa mudah.
Mahasiswa KKN UPGRIS Desa Mororejo memberikan pelatihan pemanfaatan limbah koran, kegiatan ini merupakan salah satu program dari bidang kewirausahaan. Dihadiri lebih dari 20 anggota PKK yang merupakan perwakilan dari delapan RW.
Program yang bertajuk “Pelatihan Pembuatan Kerajinan dari Limbah Koran” ini bertujuan memberdayakan masyarakat desa untuk pembentukan usaha kecil menengah dan dapat dijadikan sebagai produk baru dari Desa Mororejo. Limbah Koran dapat dibuat menjadi berbagai kerajinan seperti, piring, jam dinding, vas bunga, dan lain sebagainya.
Kegiatan yang dilakukan di aula Desa Mororejo cukup hangat, karena anggota PKK dan mahasiswa KKN saling bersinergi untuk membuat kerajinan yang diinginkan. Hiruk pikuk diskusi peserta dalam pembuatan kerajinan menambah suasana makin ramah.
Kegiatan pelatihan yang dimulai dari pukul 14.00 hingga 16.00 tanpa jeda. “Saya berterima kasih kepada mahasiswa KKN dengan adanya kegiatan ini dapat menumbuhkan kreativitas masyarakat Desa Mororejo” ujar ketua PKK Hj Siti Rohmah.
Desa Mororejo belum memiliki UMKM (Usaha Menengah Kecil Mikro) desa dan produk unggulan. Sehingga diharapkan program ini dapat membantu membuka inspirasi dan inovasi dari masyarakat setempat. Kerajinan ini juga dapat dikembangkan dan dipasarkan untuk menambah pendapatan tambahan.
Pelatihan ini berlangsung selama dua jam dengan mekanisme demo dari mahasiswa dan tayangan video untuk mempermudah pemahaman dari peserta pelatihan. Mulai dari cara pembuatan, bahan-bahan yang digunakan, dan contoh kerajinan dipaparkan oleh perwakilan mahasiswa. Peserta sangat antusias dan penasaran dengan proses pembuatan. Sehingga pembuatan kerajinan berjalan dengan cepat dan terasa mudah. Ketua bidang kewirausahaan, Muhamad Nur Rizal mengungkapkan “Kegiatan ini sebagai ajang silaturahim dan berbagi ilmu antara mahasiswa KKN dengan masyarakat Desa Mororejo”.
Kuliah kerja nyata diharapkan Desa Mororejo dapat menjadi desa yang mandiri dan melek usaha sehingga dapat dipasarkan melalui lapak daring maupun langsung. Hal ini berimbang dengan tema KKN UPGRIS 2019 yakni “Terwujudnya Desa/Kelurahan Mandiri Melalui Literasi Digital”.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *