Berteater untuk Berbagi

Berteater untuk Berbagi

Teater adalah cabang seni yang memuat pelbagai disiplin bidanh seni. Bisa dikatakan teater adalah seni yang komplit. Ada akting, seni suara, tata panggung, tata cahaya, penulisan naskah, hingga pewacanaan tujuan pementasan. Untuk itulah teater sebenarnya sangat baik dipelajari bagi para siswa dan mahasiswa. Lebih dari itu, lewat teater inilah siswa bisa belajar seimbang dalam melihat persoalan.

a�?Teater adalah seni yang serakah. Hampir semua disiplin ilmu seni dipakai di sana. Dari teaterlah kita bisa belajar seimbang dalam menggunakan disiplin ilmu itu. Itu berguna untuk melihat kenyataan hari ini. Karena hari ini, masyarakat kita tidak bisa lagi membedakan mana logika, mana estetika, mana wahyu, mana ilmu. Semua dipahami dari sudut pandang politik,a�? ungkap Whani darmawan, salah seorang dewan juri dalam pembukaan Festival Drama Pelajar nasional dan Lomba Monolog Mahasiswa se-Jateng tahun 2018 yang diselenggarakan oleh Teater Gema Universitas PGRI Semarang, 23 a�� 30 April 2018, di Gedung Pusat lantai 7.

Sementara itu, Rektor universitas PGRI Semarang Dr Muhdi Sh MHum lebih menekankan adanya fungsi berteater dalam emupuk semangat kepedulian bersama. a�?Festival ini semata-mata bukan hanya mencari juara. Menang kalah itu bukan yang utama. Yang utama ialah sejauh mana dalam berproses teater ini kalian bisa berbagi dengan orang lain,a�? ungkap Rektor.

Festival drama ini memang sudah menjadi agenda rutin dari Teater Gema. Dan tahun ini, festival ini masuk dalam rangkaian peringatan Dies Natalies ke-37. a�?Festival ini bertujuan membangun wadah kreativitas pelajar pecinta seni, khususnya pekerja dan pegiat teater,a�? ungkap Maslahatul Islami, ketua Teater Gema. Adapun jumlah peserta festival dan lomba ini sebanyak 41 peserta, dari seluruh universitas dan perguruan tinggi dan swasta.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *