BEM UPGRIS Gelar Sekolah Politik

BEM UPGRIS Gelar Sekolah Politik

Mahasiswa dituntut untuk tak hanya memahami persoalan formal akademik. Mahasiswa juga dituntut agar paham bagaimana memanfaatkan pengalaman di bangku kuliah jika di kemudian hari hendak diaplikasikan sebagai bekal terjun ke politik. Ini disampaikan oleh Rektor UPGRIS Dr.Muhdi, S.H, M.Hum, saat membuka Sekolah Politik bertema Warna-Warni Perpolitikan yang diselenggarakan oleh BEM UPGRIS, di Gedung Pusat, Jl. Sidodadi (08/11).

Rektor menambahkan, ia mengapresiasi acara sekolah politik ini, karena menghadirkan para politisi datang ke kampus. Saya juga mengapresiasi kedatangan para orang-orang yang terlibat dalam politik, karena dengan demikian dapat memberikan wacana ke mahasiswa agar tak abai terhadap politik maupun partai politik,” ungkap Muhdi. Seperti diketahui, acara ini mengundang beberapa pihak yang bersinggungan langsung dengan praktik politik, di antaranya Ketua KPU Jateng Joko Purnomo, anggota Bawaslu Jateng Muslim Aisha, serta perwakilan dari anggota DPRD Jawa Tengah.

Adapun tujuan acara ini, menurut Presiden BEM UPGRIS M. Zaki agar pengetahuan mahasiswa bisa kian bertambah, terutama dalam memahami dinamika perpolitikan yang ada. “Apalagi tahun depan adalah tahun politik. Harapannya mahasiswa tak gampang terseret isu politik praktis,’ ungkap mantan putra kampus UPGRIS 2017, ini. Acara ini dihadiri 200 peserta, yang terdiri dari perwakilan organisasi mahasiswa, lembaga mahasiswa, partai mahasiswa peserta Pemilu Raya Mahasiswa, serta mahasiswa umum

Dalam salah satu poin yang disampaikan, Muslim Aisha menceritakan bagaimana PGRI termasuk berhasil menciptakan anggota-anggotanya paham politik. “Ini terbukti dari banyaknya kader PGRI yang terjun ke politik, dan sukses,” ungkapnya.[]

 

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *