Mahasiswa Bulgaria Pelajari Budaya Jawa di UPGRIS

Mahasiswa Bulgaria Pelajari Budaya Jawa di UPGRIS

Banyak mahasiswa dari luar negeri tertarik untuk belajar di universitas di Indonesia. Bahkan, tidak sedikit mahasiswa asing itu berkeinginan untuk bisa mempelajarai budaya Jawa. Ini membuktikan bahwa Indonesia memang memiliki daya tarik yang tinggi bagi mahasiswa asing untuk belajar seputar kebudayaan.

Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) menjadi salah satu universitas yang menjadi tujuan belajar mahasiswa asing. Dua mahasiswa luar negeri, Alexandra Dapkova asal Bulgaria, dan Christiano Dos Santos Martin asal Timor Leste, selama setahun mendatang akan berkesempatan menempuh studi di UPGRIS. Tadi siang (04/09), Didampingi Kepala Kantor Urusan Internasional Dr. Nur Hidayat, M.Hum, dua mahasiswa tersebut ramah tamah dengan Ketua YPLP PT Dr. Sudharto, M.A. dan Rektor UPGRIS Dr. Muhdi, S.H., M.Hum, di Gedung Pusat Lantai 2.

“UPGRIS selalu membuka peluang bagi mahasiswa dari luar negeri untuk turut menimba ilmu di Indonesia. Kedatangan dua mahasiswa ini menunjukan UPGRIS mendapat kepercayaan dari publik internasional,’ ungkap Nur Hidayat. Di UPGRIS kedua mahasiswa tersebut akan belajar secara langsung, baik di kelas maupun kegitan tambahan lainnya. “Saya menyambut baik kedatangan mahasiswa luar negeri yang ingin belajar di UPGRIS,’ sambut Muhdi.

Alexandra Dapkova mengaku ingin banyak belajar seputar bahasa Indonesia. Selain itu, Alexandra juga mengaku terkagum dan ingin belajar bahasa Jawa. “Saya ingin mendalami gamelan dan belajar bahasa Jawa agar bisa benar-benar menguasai,” ucap Alexandra yang juga telah merampungkan studi sarjananya di bidang Public Communication di Bulgaria.

Tak hanya itu, Alexandra juga begitu antusias untuk mendalami secara langsung cara membatik. Alexandra merasa kebudayaan Jawa benar-benar memikatnya, baik bahasanya maupun produk kebudayaannya. Kebetulan di UPGRIS juga memiliki jurusan Pendidikan Bahasa dan sastra Daerah, serta memiliki peralatan gamelan yang lengkap.

Sedangkan Christiano Dos Santos Martin semula adalah atlet timnas sepak bola Timor Timur. Namun, karena ia bertekad belajar bahasa Indonesia, ia pun memilih rehat untuk konsentrasi belajar. Di UPGRIS, Christiano hendak memaksimalkan kesempatannya belajar bahasa Indonesia. []

 

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *